Sepatuone.com

Wonobrace Product

Welcome

Our Office

Alamat Kantor dan Tempat Praktek

WonoBrace Products

Spesialis Pembuat Sepatu Khusus

Koreksi, Brace, Kruck,  dll

Jl. Wonokitri Besar no 6 - 8

Surabaya - Jawa timur

Tlp : 031 - 5689790

Fax : 031 - 5616346

Hp  : 0816565529 

Pin  : 263DC63E

C / P : Dewo Akuwatno

Email : sepatuone@mail.com

Our Product

Share on Facebook

Share on Facebook

Subscribe To Our Site

Diegoz Media Promosindo

SepatuOne.com


Wonobrace merupakan nama produk alat-alat bantu Penderita Cacat, Orthopaedi, Neurologi, Fisioterapi dan Rehabilitasi Medik. Wonobrace merupakan perwujudan dan pengembangan dari pengalaman kerja serta pemikiran Bapak Akuwatno beserta para dokter sejak tahun 1967 di Jalan Wonokitri Besar No. 8 Surabaya dan sampai sekarang yang masih terus berjalan.

Wonobrace  telah berpengalaman 40 tahun lebih bekerjasama dengan rumah sakit swasta maupun RSUD dalam penyediaan alat-alat bantu, selain itu Wonobrace juga bersinergis dengan para dokter Orthopaedi, dokter Neurologi, dokter Rehabilitasi Medik dan Paramedis yang berpengalaman dalam rumah sakit maupun home service.

Seiring berkembangnya alat-alat bantu penderita cacat  dari lokal maupun luar negeri, semakin tingginya kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan dan pengetahuan maka Wonobrace berusaha meningkatkan kualitas produk, pelayanan dan informasi kepada kalangan kesehatan maupun masyarakat.  

Wonobrace merupakan alat bantu produk lokal yang juga bagian dari pelayanan kesehatan dalam pemulihan gangguan gerak fungsional, selain itu Wonobrace juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan yang optimal dan terjangkau masyarakat baik individu maupun kelompok.

Wonobrace saat ini menangani berbagai kasus penyakit yang membutuhkan pelayanan alat-alat bantu seperti pada kasus Penderita Cacat: polio, Orthopaedi: CTEV, Neurologi: Droop Foot, Fisioterapi dan Rehabilitasi Medik dan lain-lain.

 

Waspadai kaki anak anda

 

 SETIAP anak merupakan harta yang tak ternilai dalam keluarga. Tak heran setiap kelahiran selalu diiringi doa agar si buah hati lahir selamat, sehat dan sempurna.

Namun pada kenyataannya, dari segi medis terdapat beberapa bayi yang terlahir dengan cacat bawaan. Cacat bawaan yang tampak jelas adalah pada anggota gerak tubuh.

Salah satu cacat bawaan yang tersering adalah kaki bengkok yang dalam bahasa medis disebut congenital talipes equino varus ( CTEV), kata dr Andreas Siagian SpOT, dokter spesialis ortopedi dan traumatologi RSUD Ulin Banjarmasin.

Secara statistik, bayi laki-laki dua kali lebih banyak menderita kaki bengkok daripada perempuan. Sekitar 50 persen kasus terjadi pada kedua kaki. Angka kejadiannya sekitar 1-2 bayi dalam 1.000 kelahiran bayi. Pada ras Afrika sekitar 3,50 per 1000 kelahiran.

 Gangguan bentuk kaki bengkok ditandai dengan telapak kaki yang menghadap ke dalam dan pergelangan kaki dalam posisi seperti berjinjit. Bentuk kaki juga sering melengkung bila dilihat dari arah telapak kaki.

Pada kasus yang berat, tampak tulang tumit yang kecil dan urat betis (tendon achilles) yang pendek. Karena bentuk kelainan ini sangat khas, umumnya tidak diperlukan tindakan pemeriksaan khusus seperti foto rontgen dalam mendiagnosa gangguan ini.

Menurut para ahli, penyebab kaki bengkok antara lain karena faktor posisi bayi dalam kandungan, akibat gangguan keseimbangan otot atau syaraf, atau terhentinya pertumbuhan sebagian otot. Angka kejadiannya meningkat bila ada keluarga yang menderita hal serupa (faktor genetik). Tidak jarang pula bayi dengan kaki bengkok menderita gangguan organ tubuh lainnya.

Oleh karena itu, perlu pemeriksaan menyeluruh pada bayi (dari kepala sampai ujung kaki) agar penanganannya dapat lebih sempurna.

 


Saat ini, pada setiap kelahiran bayi di rumah sakit dilakukan pemeriksaan fisik lengkap oleh dokter dan bidan agar setiap kelainan dapat dideteksi sedini mungkin.

Andreas mengatakan, kaki bengkok bila ditangani sejak dini memberikan hasil yang lebih baik dikarenakan saat bayi baru lahir terdapat hormon relaxin yang dapat melemaskan jaringan ikat bayi. Sehingga dapat lebih mudah mengoreksi kelainannya. Pada kasus yang sangat ringan dapat dilakukan peregangan (stretching) oleh orangtua.

Standar pengobatan saat ini menggunakan metode ponseti, yaitu menggunakan gips yang dipasang dari pertengahan paha sampai kaki. Gips yang dipasang akan diganti setiap minggu sambil secara bertahap dilakukan perbaikan posisi kaki (stretching).

Setelah enam kali pergantian (satu seri), biasanya sudah tampak perubahan yang cukup nyata. Tahap berikutnya adalah pemasangan gips yang diganti dalam dua minggu.

Bila semua berjalan sesuai harapan, dilanjutkan dengan pemakaian sepatu bot untuk mempertahankan posisi kaki yang sudah baik.

Dengan menggunakan metode Ponseti, kata Andreas, angka keberhasilannya cukup tinggi. Kaki bengkok dapat dibenahi dengan baik.

Pada beberapa kasus yang berat atau terlambat penanganannya, kadang diperlukan tindakan operasi pemanjangan tendon atau koreksi sendi. Dengan operasi ini, kaki dapat menapak pada telapaknya dan dapat menggunakan sepatu dalam aktivitas sehari-hari.

Andreas menegaskan, kaki bengkok merupakan kasus yang dapat diperbaiki dan perlu dikoreksi sebelum bayi belajar berjalan. Peran keluarga dalam pengobatan sangat penting untuk membantu putra putrinya memiliki kaki yang normal.

Salah satu cara mendeteksi kaki bengkok atau tidak, cukup mudah. Caranya, tekuk pergelangan kaki bayi yang baru lahir sehingga punggung kaki menyentuh bagian depan tulang kering. Bila berhasil, kemungkinan si bayi tidak menderita kaki bengkok.